SIAPAKAH AKU?


Bara api membara panasnya terasa memberikan peluh. Terguyur oleh sejuknya embun pagi yang membawa kesegaran hawa penuh kenyamanan terhirup oksigen dalam indra penciuman manusia. Batu-batu keras menggulir menggemeletak diantara gemercik air di pancuran. Semua nampak mengenalkan warnanya yang akan dikenali manusia sebagai "itu". Lalu bagaimanakah manusia mengenal dirinya?

Keagungan Sang Pencipta yang Maha Sempurna telah membentuk esensi dan materi manusia dari bahan-bahan terpilih dan mengisinya dengan cinta dan kasih sayang. Wujud itu telah siap diwarnai dengan berjuta spektrum yang akan menjadikannya mulia dibanding lainnya. Tetapi apakah manusia menyadarinya dengan memberikan torehan suci dan noda yang pasti nanti akan dipertanggungjawabkannya?

Lembaran kanvas perjalanan hidup itu mulai dilukis dengan indah saat tangisan keras menggelegar membahana diiringi pujian malaikat dalam keadaan apapun. Dia suci bersih tanpa melihat jejak bayang yang menghantarnya ke permukaan dunia. Sampai akhirnya ia memilih untuk melukis dirinya dengan CITRA warna yang akan melekat kuat dalam setiap langkah kaki untuk menghadap Tuhannya kembali ke fitrah sebagai seorang hamba.

CITRA pilihan yang terpilih dan dipilih menjadikan menerima atau menolaknya melalui kesadaran CAHAYA untuk menjadi apa dan siapa.

Betapa manusiapun mampu dengan mudah membedakan mana yang baik dan mana yang tidak baik.
Betapa manusiapun mampu dengan mudah membedakan mana jalan yang lurus dan mana jalan yang terjal.
Betapa manusiapun mampu dengan mudah membedakan mana hati yang cantik dan hati yang tidak cantik.

Terlebih SANG PENCIPTA-nya!!!

Lalu apakah kita sudah merasa yakin dengan pencitraan mudah oleh sesama?
Tidakkah kita ingin dicitrakan yang membuat semuanya menjadi indah?

Namun kebesaran dan kasih sayangNya, menjadikan pencitraan ini salah satu RAHASIA terbesar-Nya diujung penantian seorang hamba. Dan apakah kita sudah menyiapkan diri untuk ujung penantian? Jawabnya ada dalam pencitraan diri kita masing-masing.

Selamat membangun citra diri...



Gambar Sumber dari : www.meddean.luc.edu

Artikel yang berhubungan:



0 comments: