Rencana

Biarkan Rencanamu itu bekerja sesuai waktunya,
jangan dipaksakan karena akan menyiksa diri sendiri.

Keinginan yang meruah tumpah untuk memberdayakan seluruh kekuatan akal budi dan tenaga menuju sebuah cita mulia demi kemakmuran dan kebahagiaan sesama dan diri. Semua strategi dilaksanakan dengan mengkaji berbagai teori dan pengalaman hidup. Keunggulan batiniah menjadi sebuah intuisi logis yang didapat seorang hamba dalam merencanakan dan mengambil keputusan. Manusia berencana, selanjutnya?

Bumi, langit dan alam, berputar sesuai garis perputaran dalam kungkungan dimensi ruang dan waktu. Sungguh sangat berbeda dengan kebesaran Sang Penciptanya yang tanpa batas merencanakan dalam janji dan dijanji oleh mahluk-Nya. Keyakinan tentang penetapan jalan yang mesti ditempuh dalam batas akal dan fikiran.

Berencanalah, tapi Aku lebih tahu Rencana-Ku!

Alam telah mengajarkan kepada kita untuk melihat analogi nyata bahwa segala sesuatu selalu berproses dan berjenjang. Tidak akan ada sesuatu yang tiba-tiba terjadi dan menjadi kebaikan. Kuasa-Nya tidak akan bisa ditandingi oleh apapun ciptaan-Nya.

Rencana manusia membutuhkan proses dalam dimensi ruang dan waktu untuk bekerja sesuai dengan hasil yang akan diraihnya. Kesuksesan merupakan buah kesabaran dalam merawat dan menjalankan rencana secara istiqomah (tetap pada jalan kebaikan) sampai akhir pada tujuan. Dan tidak ada akhir. Kecuali diakhiri oleh berhentinya perputaran bumi.

Beban yang teramat berat menanggung kemampuan diluar batas pencapaian yang dicapai oleh akal. Akan terasa sangat berat dengan pemberatan yang dilakukan diri sendiri. Persepsi diri tentang kesabaran tidaklah dengan begitu saja menjadikan manusia tiba-tiba menjadi mulia. Akan sakit dan sangat menyakitkan. Ingatlah, semuanya pasti membutuhkan waktu untuk tumbuh. Biarkanlah tumbuh dengan sempurna dengan kekuatan yang ada. Jangan biarkan semuanya mati sebelum mati.

Berencanalah, dan biarkan tumbuh, dengan demikian keseimbangan alam akan tercapai dan mencapai kehidupan panjang untuk dunia ini. Selalu ingat sesuai dengan izin-Nya.

Sudahkah anda siap untuk berencana?

18 sept 2008
20:36

in english:

Leave it plans to work according to time,
because it will not be forced punish yourself.

The desire to pour spilled empower the whole intellect and energy to a noble ideals for the prosperity and happiness and fellow self. All examine the strategies implemented by various theories and experiences of life. Moral superiority to be a logical intuition is a servant in the plan and make decisions. Human plan, then?

Earth, sky and nature, according rotating line turnaround in dimensions border of space and time. Indeed very different from the grandeur of the resultant limit without a plan in the promise and promised by His Creature. Confidence about the determination of the boundary must be in the intellect and mind.

Go Plan, but the more I know My plan?

Nature has taught us to see the real analogy that all things always berproses and steps. Not that there will be something that happens suddenly and become good. His power will not be any matched by His creation.

Plan requires a process in the human dimensions of space and time to work in accordance with the results of reached will. The success is the fruit of patience and caring plans to run in istiqomah (stay on the good way) until the end of the destination. And there is no end. Unless the stoppage ended by the earth rotation.

The burden is beyond the ability to bear the weight limit for the achievement attained by the intellect. Will feel very heavy weighting with the self. Perceptions about themselves with such patience is not only made the man suddenly becomes noble. Will be painful and very painful. Remember, everything would need time to grow. Let grow perfectly with the existing strength. Do not let it die before they die.

Go Plan, and allow to grow, so the natural balance will be achieved and to achieve long life of this world. Always remember accordance with His permission.

Have you prepared for the plan?

Artikel yang berhubungan:



0 comments: